Rabu, 08 Agustus 2012

Fakta unik tentang the rev

James Owen Sullivan, atau yang lebih dikenal dengan
nama The Reverend (The Rev),
adalah drummer Avenged
Sevenfold yang meninggal
dunia pada Desember 2009. Siapa yang tidak
mengenalnya? He’s awesome

drummer! The Rev tidak akan
pernah mati bagi para
Sevenfoldism (sebutan untuk
fans Avenged Sevenfold). Ada banyak fakta menarik
tentang The Rev yang
mungkin belum kalian tahu.
Sebagai seorang Sevenfoldism,
dengan senang hati saya akan
berbagi tentang fakta-fakta menarik dari The Rev. Check
‘em out! - The Rev menulis hampir
semua bagian, lirik lagu, riff
gitar, dari 4 lagu yang ada
dalam album
‘Nightmare’ (2010)
- The Rev memproklamirkan dirinya sendiri sebagai seorang
yang perfeksionis
- Synyster Gates memberikan
pelajaran gitar kepada The
Rev selama bertahun-tahun
saat mereka bersama-sama di Avenged Sevenfold maupun
di band lama mereka, Pinky
Smooth
- Manager Avenged Sevenfold
(A7X), Larry Jacobson,
mengatakan bahwa The Rev terlihat seperti gurita ketika
memainkan lagu ‘Almost
Easy’
- The Rev bergabung dengan
ansambel perkusi di Harbor
College di LA saat berada di kelas 6 sampai kelas 8 pada
masa sekolahnya
- The Rev membentuk
permainan drum-nya dari
musik-musik metal semacam
Metallica, Slayer, Pantera, bahkan Dream Theater dan
Rush
- Orang tua The Rev ingin dia
belajar piano ketika masih
berusia 5 tahun, namun The
Rev menolak, namun sebenarnya dia selalu ingin
bermain piano
- Saat berumur 10 tahun The
Rev membeli drum sendiri
- The Rev beragama katolik
- The Rev pernah hidup serumah dengan Synyster
Gates dan ayahnya (Papa
Gates). Papa Gates
mengatakan: “Jimmy (The
Rev) adalah anak yang
eksentrik dan berbahaya. Kupikir IQ-nya lebih dari 160.
Mungkin dia adalah musisi
paling natural yang pernah
aku temui”.
- Teknisi drum The Rev
bernama Jason Berry - The Rev terpilih menjadi
drummer terbaik kedua pada
Drum Magazine tahun 2008
- The Rev tinggal secara
nomaden, berpindah-pindah
rumah, bahkan Ia pernah tinggal di laundry tempatnya
bekerja
- The Rev mengatakan Ia
terlalu bagus untuk bermain
di band pertama Matt
Shadows, Successful Failure. - The Rev dipecat dari tim
basket di Huntington Beach
High School
- The Rev adalah personil
Avenged Sevenfold yang
paling lama mengenal Johnny Christ (bassis A7X), karena
Johnny adalah adik dari
sahabat dekatnya
- The Rev adalah personil
tertinggi di Avenged
Sevenfold, tinggi badannya mencapai 6’3 kaki (sekitar 194
cm)
- Meskipun The Rev mengidap
arachnophobia (phobia laba-
laba), pada video klip
“Afterlife” Ia membiarkan laba-laba melata di wajahnya.
The Rev mengatakan, aksinya
itu untuk para fans
- The Rev memiliki 6 mobil.
Hampir setiap hari selama satu
minggu Ia gonta-ganti mobil - The Rev menulis lirik lagu
“Almost Easy”, “Afterlife”,
dan “A Little Piece of Heaven”.
Konsep lagu “Brompton
Cocktail” juga datang dari ide
The Rev - The Rev membawa fly
swatter (pengusir lalat) yang
ada di video klip “Bat
Country” dari dapur
rumahnya
- The Rev menjalani operasi lasik tepat sebelum
kematiannya








01. Di rekaman album Sounding The Seventh Trumpet, Jimmy merekam permainan drumnya dalam satu kali take. Tidak ada pengulangan,

02. Johnny adalah personil a7x yang paling lama kenal dengan Jimmy. Waktu TK, jimmy suka nakut2in Johnny,

03. Waktu masih 15 tahun, The Rev dengan temennya pernah tertangkap mencuri dari sebuah toko elektronik dan mencoba kabur dari polisi. Mereka tertangkap, dan pasal pencurian bersenjata pun jatuh pada mereka,

04. Jimmy merupakan badut di kelas dan sering dipanggil ke ruang guru karena ia sering melakukan hal2 yg sangat konyol dan lucu,

05. Untuk meningkatkan kecepatan dan stamina, Jimmy selalu berlatih di depan video games selama berjam2 dan memainkan double pedalnya sampai ia bisa menghentakan pedalnya 210 kali per menit. Ini dia lakukan agar bisa bermain lebih cepat di album City Of Evil.

3 komentar:

joshua imanuel mengatakan...

maaf,fans a7x itu kan " the fallen " bukan " sevenfoldism "

Vito Sullivanz mengatakan...

I like the rev(james owen sullivan)

dimas aditia mengatakan...

tolong direvisi sevenfoldism itu hanya sebutan untuk fans indonesia.

Poskan Komentar

Share It